Minggu, 17 Juni 2012

VIRTUAL MECHINE


BAB I
DEFINISI VIRTUAL MACHINE

Sejarah Virtual Machine
Virtual Machine (mesin virtual)  pada mulanya didefinisikan oleh Gerard J. Popek dan Robert P. Goldberg pada tahun 1974 sebagai sebuah duplikat yang efisien dan terisolasi dari suatu mesin asli.
Pada masa sekarang ini, mesin-mesin virtual dapat mensimulasikan perangkat keras walaupun tidak ada perangkat keras aslinya sama sekali.

Pengertian Virtual Machine
Virtual Mechine adalah sebuah mesin yang mempunyai dasar logika yang menggunakan pendekatan lapisan-lapisan (layers) dari sistem komputer. Sehingga sistem komputer dengan tersendiri dibangun atas lapisan-lapisan tersebut, dengan urutan lapisannya mulai dari lapisan terendah sampai lapisan teratas sebagai berikut:
1.    Perangkat keras (semua bagian fisik komputer).

2.    Kernel (program untuk mengontrol disk dan sistem file, multi-tasking, load-balancing, networking dan security).

3.    Sistem program (program yang membantu general user).
Kernel yang berada pada lapisan kedua ini, menggunakan instruksi perangkat keras untuk menciptakan seperangkat system call yang dapat digunakan oleh komponen-komponen pada level sistem program. Sistem program kemudian dapat menggunakan system call dan perangkat keras lainnya seolah-olah pada level yang sama. Meskipun sistem program berada di level tertinggi, namun program aplikasi bisa melihat segala sesuatu pada tingkatan dibawahnya seakan-akan mereka adalah bagian dari mesin. Pendekatan dengan lapisan-lapisan inilah yang kemudian menjadi kesimpulan logis pada konsep Virtual Machine(VM).
Virtual Machine berarti sebuah aplikasi yang dapat mengemulasikan satu atau lebih sistem operasi tamu sehingga dapat berjalan di sistem operasi yang telah ada.
Beberapa hal yang berhubungan dan termasuk dalam virtual machine antara lain virtualisasi penuh dan paruh, IBM VM, VMware, Xen VMM, Java VM dan NET Framework.

1.    Virtualisasi Penuh
Virtualisasi penuh dalam ilmu komputer ialah teknik virtualisasi yang digunakan untuk pengimplementasian pada berbagai macam lingkungan virtual machine. Salah satunya menyediakan simulasi lengkap yang mendasari suatu hardware. Hasilnya adalah sebuah system yang mampu mengeksekusi semua perangkat lunak pada perangkat keras yang bisa dijalankan pada Virtual Machine(VM), termasuk semua sistem operasi.

2.    Virtualisasi Paruh
Virtualisasi paruh dalam ilmu komputer ialah teknik virtualisasi yang digunakan untuk pengimplementasian pada berbagai macam lingkungan virtual machine, salah satunya dengan menyediakan sebagian besar hal yang mendasari suatu hardware. Sebenarnya tidak semua fitur yang dimiliki hardware tersebut tersimulasi, tapi ada beberapa kemudahan Virtual Machine(VM) yang mana tidak semua software dapat berjalan tanpa modifikasi. Biasanya untuk mengartikan bahwa seluruh sistem operasi tidak dapat berjalan pada Virtual Machine(VM) akan mengisyaratkan virtualisasi penuh, namun banyak aplikasi dapat berjalan pada mesin tersebut.

3.    IBM VM
Istilah Virtual Machine(VM) sendiri mulai dikenalkan oleh IBM ketika meluncurkan sistem operasi mainframenya pada tahun 1965-an. Diperkenalkan untuk sistem S/370 dan S/390 dan disebut sebagai sistem operasi VM/ESA ( Enterprise System Architecture). Sehingga sering menimbulkan kebingungan antara penamaan produk atau penamaan mekanisme. Banyak orang yang menyebut, walau memiliki mekanisme Virtual Machine(VM) tetapi bila bukan dari sistem IBM tersebut, maka tidak disebut dengan Virtual Machine.
Pada penjelasan ini, istilah Virtual Machine (VM) adalah suatu jenis mekanisme virtualisasi suatu mesin di atas mesin lainnya. Jadi bukan jenis produk dari salah satu vendor dengan nama Virtual Machine. Terdapat beberapa kegunaan dari Virtual Machine (VM), pada umumnya tampak untuk menggambarkan program yang bertindak selayaknya mesin.



4.    VM WARE
VMware memungkinkan beberapa sistem operasi dijalankan pada satu mesin PC tunggal secara bersamaan. Hal ini dapat dilakukan tanpa melakukan partisi ulang dan boot ulang. Pada Virtual Machine(VM) yang disediakan akan dijalankan sistem operasi sesuai dengan yang diinginkan. Dengan cara ini maka pengguna dapat memboot suatu sistem operasi (misal Linux) sebagai sistem operasi tuan rumah (host) lalu menjalankan sistem operasi lainnya (misal MS Windows). Sistem operasi yang dijalankan di dalam sistem operasi tuan rumah dikenal dengan istilah sistem operasi tamu (guest).

5.    XEN VMM
Xen adalah open source virtual machine monitor, dikembangkan di University of Cambridge. Dibuat dengan tujuan untuk menjalankan sampai dengan seratus sistem operasi ber-fitur penuh (full featured OSs) di hanya satu komputer. Virtualisasi Xen menggunakan teknologi paravirtualisasi menyediakan isolasi yang aman, pengatur sumberdaya, garansi untuk quality-of-services dan live migration untuk sebuah mesin virtual.
Untuk menjalankan Xen, sistem operasi dasar harus dimodifikasi secara khusus untuk kebutuhan tersendiri dan dengan cara ini dicapai kinerja virtualisasi sangat tinggi tanpa hardware khusus.

6.    JAVA VM
Bahasa mesin terdiri dari sekumpulan instruksi yang sangat sederhana dan dapat dijalankan secara langsung oleh CPU dari suatu komputer. Sebuah program yang dibuat dengan bahasa tingkat tinggi tidak dapat dijalankan secara langsung pada komputer. Untuk dapat dijalankan, program tersebut harus ditranslasikan kedalam bahasa mesin. Proses translasi dilakukan oleh sebuah program yang disebut compiler.

Setelah proses translasi selesai, program bahasa mesin tersebut dapat dijalankan, tetapi hanya dapat dijalankan pada satu jenis komputer. Hal ini disebabkan oleh setiap jenis komputer memiliki bahasa mesin yang berbeda-beda. Alternatif lain untuk mengkompilasi program bahasa tingkat tinggi selain menggunakan compiler, yaitu menggunakan interpreter. Perbedaan antara compiler dan interpreter adalah compiler mentranslasi program secara keseluruhan sekaligus, sedangkan interpreter menstranslasi program secara instruksi per instruksi. Java dibuat dengan mengkombinasikan antara compiler dan interpreter.

Program yang ditulis dengan java di-compile menjadi bahasa mesin.Tetapi bahasa mesin untuk komputer tersebut tidak benar-benar ada. Oleh karena itu disebut "Virtual" komputer, yang dikenal dengan Java Virtual Machine (JVM). Bahasa mesin untuk JVM disebut Java bytecode. Salah satu keunggulan dari Java adalah dapat digunakan atau dijalankan pada semua jenis komputer. Untuk menjalankan program Java, komputer membutuhkan sebuah interpreter untuk Java bytecode.

7.    NET Framework
NET Framework merupakan salah satu komponen yang tersedia dan terintegrasi pada sistem operasi Windows untuk kepentingan berbagai pengembangan aplikasi.

















BAB II
PENERAPAN VIRTUAL MACHINE

Penerapan Virtual Machine antara lain adalah sebagai berikut:

1.    Konsolidasi Server
Jika beberapa server menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya, VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbeda-beda.

2.    Otomasi dan Konsolidasi Lingkungan Pengembangan dan Testing
Setiap VM dapat berperan sebagai lingkungan yang berbeda, ini memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan lingkungan tersebut secara fisik.

3.    Menjalankan Perangkat Lunak Terdahulu
Sistem operasi dan perangkat lunak terdahulu dapat dijalankan pada sistem yang lebih baru.

4.    Memudahkan Recovery System
Solusi virtualisasi dapat dipakai untuk rencana recovery sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform.

5.    Demonstrasi perangkat lunak
Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat






Kelebihan Virtual Machine
1.    Dalam hal keamanan.
 VM memiliki perlindungan yang lengkap pada berbagai sistem sumber daya, sehingga tidak ada masalah proteksi dalam VM.Sistem VM adalah kendaraan yang sempurna untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka dijamin tidak akan mengubah komponen lainnya.
2.    Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual Machine (VM). Tiap-tiap bagian mengirim informasi melalui jaringan komunikasi virtual. Sekali lagi, jaringan dimodelkan setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.

Kekurangan Virtual Machine
Ada beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:
1.    Dalam sistem penyimpanan. 
Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansi untuk menyediakan memori virtual. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya.
2.    Dalam hal pengimplementasian.
Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.





DAFTAR PUSTAKA

diunduh pada Jumat, 9 Desember 2011
diunduh pada Jumat, 9 Desember 2011
diunduh pada Jumat, 9 Desember 2011

















VIRTUAL MACHINE

1.    Virtual Machine (VM) berarti sebuah aplikasi yang dapat mengemulasikan satu atau lebih sistem operasi tamu sehingga dapat berjalan di sistem operasi yang telah ada.

2.    Beberapa hal yang termasuk dalam VM:
Ø  Virtualisasi Penuh
Ø  Virtualisasi Paruh
Ø  IBM VM
Ø  VM Ware
Ø  Xen VMM
Ø  Java VM
Ø  NET Framework

3.    Penerapan Virtual Machine
Ø  Konsolidasi server
Ø  Otomasi dan konsolidasi lingkungan pengembangan dan testing
Ø  Menjalankan perangkat lunak terdahulu
Ø  Memudahkan Recovery System
Ø  Demonstrasi perangkat lunak

4.    Kelebihan Virtual Machine
Ø  Dalam hal keamanan
Ø  Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual Machine (VM)

5.    Kekurangan Virtual Machine
Ø  Dalam sistem penyimpanan
Ø  Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan

Andreas Herry
AAK Nasional Surakarta

POSTER







DOWNLOAD CLICK HERE

Minggu, 03 Juni 2012

Maroon 5 - She Will Be Loved Guitar Chord

Maroon 5 - She Will Be Loved Guitar Chord
Artist : Maroon 5
Song : She Will Be Loved

Intro: C#m B C#m B

C#m B
Beaty queen of only eighteen

C#m B
She had same trouble with herself

C#m B
He was always there to help her

C#m B
She always belonged to someone else

C#m B
I drove for miles and miles

C#m B
And wound up at your door

C#m B C#m
I’ve had you so many times but somehow

B
I want more

E B
Chorus: I don’t mind spending everyday

C#m B
Out on your corner in the pouring rain

E B
Look for the girl with a broken smile

C#m A
Ask her if she wants to stay awhile

E B C#m A
And she will be loved she will be loved

C#m B
Tap on my window knock on my door

C#m B
I want to make you feel beautiful

C#m B
I know I tend to get to insecure

C#m B
It doesn’t matter anymore

C#m B
It’s not always rainbow and butterflies

C#m B
It’s compromise that moves us along

C#m B
My heart is full and my doors always open

C#m B
You can come anytime you want

E B
Chorus I I: I don’t mind spending everyday

C#m B
Out on your corner in the pouring rain

E B
Look for the girl with a broken smile

C#m A
Ask her if she wants to stay awhile

E B C#m A
And she will be loved, she will be loved

E B C#m A
And she will be loved, she will be loved

C#m B C#m
I know where you hide alone in your car

B
Know all of the things that make you who you are

C#m B C#m
I know that goodbye means nothing at all

B A
Comes back and begs me to catch her every time she falls

C#m B
Tap on my window knock on my door

C#m B
I wanna to make you feel beautiful

E B
I don’t mind spending everyday

C#m B
Out on your corner in the pouring rain oh

E B
Look for the girl with a broken smile

C#m A
Ask her if she wants to stay awhile

E B C#m B
And she will be loved she will be loved

E B C#m A
And she will be loved and she will be loved

E B C#m B
Please don’t try so hard to say goodbye

E B C#m A
Please don’t try so hard to say goodbye

(I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain)

A
Please don’t try so hard to say goodbye

Sabtu, 02 Juni 2012

CHORD LAGU SORRY - NETRAL

Intro : C G Am F G 4x

C              G            Am      F     G      C

Sekarang cinta bukanlah sahabat bagi ku

      G             Am          F     G        C

Sekarang kita berdua telah jadi musuh

                G           Am     F     G       C

Kata sayang sepertinya juga telah hilang

         G               Am              F    G

Mereka pergi, angkat kaki, jauh dari sini

interlude : C G Am F G 2x

Reff:

   C                                  Am

       Sorry.... kita tak sepaham

                                            F

       Sepertinya kita tak sejalan

                                    C

       Sorry...... Sorry.......
intro : C G Am F G 2x

C             G            Am         F     G     C

Sekarang aku berteman dengan kesepian

     G             Am             F    G      C

Sekarang kita berdua sependeritaan

                 G         Am     F    G          C

Belajar mengenal cinta, arti kata sayang

        G           Am            F   G


Smoga esok lebih baik dari hari ini

interlude : C G Am F G 2x

Back to Reff

interlude : Am B C F G 4x

                    C G Am F G 2x

Back to Reff
Code : C G Am G# Bb F

Senin, 28 Mei 2012

LCS (liquor cerebro spinalis)

Produksi liquor cerebro spinalis (LCS) kira-kira 70% dibentuk dalam pleksus khoroid ventrikel oleh proses sekresi aktif dan ultrafiltrasi dari plasma dan sekitar 30% terbentuk sebagai cairan interstitial yang diproduksi dalam ruang interseluler otak dan sumsum tulang belakang. Resorbsi LCS terjadi melalui villi arakhnoid dari sinus duramater. Walaupun terus-menerus ada produksi dan resorpsi LCS dan terus-menerus juga ada pertukaran zat antara LCS dan darah, ada stagnasi tegas dalam kantong lumbal. Karena itu, konsentrasi protein dan jumlah sel dalam LCS di kantong lumbal lebih tinggi dibandingkan dengan LCS dalam ventriculus dan cisterna magna.
Volume total LCS pada orang dewasa adalah kurang lebih 90 – 150 ml. Di ventrikel kira-kira 20 ml, di dalam sisterna subarakhnoid 60 ml, dan di dalam kanalis spinalis sekitar 70 ml. Kecepatan formasinya pada orang dewasa sekitar 500 ml/hari atau 20 ml/jam. Produksi LCS meningkat pada papilloma pleksus khoroideus, kongenital / obstruksi hydrosephalus, dan pemberian spironolacton. Sedangkan produksinya menurun pada hipotermia, alkalosis, pemberian furosemid dan vasopressin.


Dalam keadaan normal tekanan awal bervariasi antara 90 – 180 mmHg yang diukur pada posisi terbaring lateral. Adanya perubahan kecil antara 5 – 10 mmHg pada umumnya terjadi waktu bernafas, batuk-batuk atau mengejan, sedangkan tidak adanya perubahan kemungkinan letak jarum yang tidak benar atau adanya sumbatan. Apabila tekanan awal lebih dari 180 mmHg dan tetap tinggi maka LCS yang dapat diambil hanya 1-2 ml.


Lokasi pengambilan sampel dengan jarum pada mumnya di kolumna vertebralis pada daerah lumbal yaitu antara L2-L3 atau L3-L4. Pertimbangan pengambilan pada daerah lumbal adalah lebih praktis dan aman karena hanya terdapat filum terminale sehingga kemungkinan melukai system saraf adalah kecil. Pungsi lumbal perlu dilakukan secara hati-hati dan dengan tujuan yang jelas. Pada tekanan intrakranial yang tinggi sebaiknya tidak dilakukan, hal ini dapat menyebabkan herniasi medulla oblongata.





Volume LCS yang diperlukan untuk pemeriksaan antara 15 sampai 20 ml dan dibagi dalam 3 buah tabung steril :


1. Tabung pertama untuk analisa kimia, serologi, dan pemeriksaan khusus misalnya imunologi.


2. Tabung kedua untuk analisa bakteriologi.


3. Tabung ketiga untuk analisa mikroskopis sel.


Indikasi lumbal pungsi adalah


1. Diagnostik


a. Evaluasi perdarahan serebro vaskuler


b. Deteksi penyakit infeksi (meningitis, ensepalitis)


c. Diagnosis kelainan imunologi (multiple sclerosis)


d. Differensial diagnosis dari serebral infark atau serebral hemorrhagi


e. Diagnosis dengan myelographi


2. Tindakan terapi


a. Mengurangi tekanan intracranial


b. Tindakan terapi, misalnya pada leukemia





Adakalanya sukar untuk menafsirkan adanya darah segar dalam specimen LCS karena pungsi dapat melukai pembuluh darah dan menyebabkan ada darah biarpun LCS sebetulnya jernih.. Untuk membedakannya perlu dinilai dalam hal :


1. Pada trauma pungsi menunjukkan adanya penjernihan darah yang berarti antara tabung-tabung pertama dan ketiga. Jika darah tetap sama banyaknya dalam ketiga tabung, darah itu sangat mungkin sudah ada sebelum dilakukan pungsi (perdarahan intraserebral/subarakhnoid).


Setelah tabung-tabung disentrifugasi cairan atas tidak berwarna jika darah berasal dari trauma pungsi, jika sudah ada darah sebelum pungsi cairan atas berwarna kuning pucat sampai kuning tegas (xanthokromia) yang terjadi karena pelepasan hemoglobin dari eritrosit yang lisis. Hal ini disebabkan kemungkinan tidak adanya protein dan lemak yang diperlukan untuk menstabilkan membran eritrosit.



PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS


Pemeriksaan makroskopis meliputi warna, kekeruhan, pH, konsistensi (bekuan), dan berat jenis :


1. Warna


§ Normal warna LCS tampak jernih, ujud dan viskositasnya sebanding air.


§ Merah muda perdarahan trauma akibat pungsi.


§ Merah tua atau coklat perdarahan subarakhnoid akibat hemolisis dan akan terlihat jelas sesudah disentrifuge.


§ Hijau atau keabu-abuan pus.


§ Coklat terbentuknya methemalbumin pada hematoma subdural kronik.


§ Xanthokromia mengacu pada warna kekuning-kuningan biasanya akibat pelepasan hemoglobin dari eritrosit yang lisis (perdarahan intraserebral/subarachnoid); tetapi mungkin juga disebabkan oleh kadar protein tinggi, khususnya jika melebihi 200 mg/dl.


2. Kekeruhan


§ Normal tidak ada kekeruhan atau jernih. Walaupun demikian LCS yang jernih terdapat juga pada meningitis luetika, tabes dorsalis, poliomyelitis, dan meningitis tuberkulosa.


§ Keruh ringan seperti kabut mulai tampak jika jumlah lekosit 200-500/ul3, eritrosit > 400/ml, mikroorganisme (bakteri, fungi, amoeba), aspirasi lemak epidural sewaktu dilakukan pungsi, atau media kontras radiografi.





3. Konsistensi bekuan


Terjadinya bekuan menandakan bahwa banyak darah masuk ke dalam cairan pungsi pada waktu pungsi; darah dalam LCS yang disebabkan perdarahan subarachnoid tidak membeku.


§ Normal tidak terlihat bekuan


§ Bekuan banyaknya fibrinogen yang berubah menjadi fibrin. Disebabkan oleh trauma pungsi, meningitis supurativa, atau meningitis tuberkulosa. Jendalan sangat halus dapat terlihat setelah LCS didiamkan di dalam almari es selama 12-24 jam.





ANALISA LABORATORIUM


1. Metode : perbandingan dengan aquadest secara visual


2. Prinsip : pada keadaan normal ujud LSC seperti air, dengan membandingkannya dapat dinilai adanya perubahan ujud LCS.


3. Peralatan yang dipergunakan :


a. Tabung reaksi


b. Kertas putih


4. Tata cara pemeriksaan :


a. Tabung reaksi diisi aquadest secukupnya sebagai pembanding.


b. Contoh bahan diisikan pada tabung reaksi yang sama ukurannya dengan pembanding.


c. Kedua tabung diletakkan berdekatan dengan latar belakang kertas putih.


d. Bandingkan contoh bahan dengan aquadest.


5. Tata cara pembacaan hasil :


a. Warna


b. Kejernihan / kekeruhan


§ 0 = jernih


§ + 1 = berkabut


§ + 2 = kekeruhan ringan


§ + 3 = kekeruhan nyata


§ + 4 = sangat keruh


c. Bekuan, tidak ada (negatif) atau ada bekuan (positif)


PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS


Eritrosit dan leukosit masuk ke dalam LCS jika ada kerusakan pada pembuluh darah atau sebagai akibat reaksi terhadap iritasi. Bilirubin yang dalam keadaan normal tidak ada dalam LCS, mungkin dapat ditemukan dalam LCS seorang yang tidak menderita ikterus setelah terjadi perdarahan intrakranial. Bilirubin itu adalah bilirubin tidak dikonjugasi dan karena itu menandakan adanya katabolisme hemoglobin setempat dalam SSP.


Perhitungan sel lekosit dan eritrosit harus segera dilakukan, hal ini dikarenakan 40% dari lekosit dapat lisis setelah 2 jam, sedangkan eritrosit akan lisis setelah 1 jam pada suhu ruangan. Perhitungan jumlah eritrosit LCS memiliki nilai diagnostik terbatas yaitu untuk differensial diagnosis trama pungsi vs hemorhagi subarakhnoid dan koreksi jumlah lekosit LCS dan protein untuk kontaminasi darah tepi yang ada kaitannya dengan trauma pungsi.


Nilai rujukan normal pada anak dan dewasa untuk jumlah lekosit (monosit dan limposit) adalah 0 – 5 sel/ul, sedangkan untuk neonatus 0 – 30 sel/ul. Walaupun belum ada kesepakatan batas tertinggi normal netropil dalam LCS sebagai patokan dapat dipergunakan sampai angka 7%, hal ini dapat disebabkan adanya kontaminasi minimal dari darah tepi. Sedangkan monosit (14%) lebih rendah dibandingkan limposit (86%), tingginya perbedaan ini dapat disebabkan karena monosit sering diklasifikasikan sebagai limposit.


Pada tahap dini meningitis bakteria akut, netrofil biasanya lebih dari 60%. Peningkatan monosit biasanya diikuti peningkatan limposit, netropil, dan sel plasma merupakan cirri khas meningitis tuberkulosa, meningitis fungi, dan meningitis bakteria kronis. Sedangkan pada meningoensepalitis virus pada awalnya terjadi netrofilia kemudian berubah ke respons limposit.





Spesimen yang Mengandung Darah


Adakalanya perlu untuk mengetahui jumlah leukosit atau kadar protein dalam LCS yang mengandung darah oleh trauma pungsi. Satu cara kasar untuk meniadakan pengaruh dari darah trauma ialah dengan menganggap bahwa darah itu berisi 1-2 lekosit per 1000 eritrosit; demikian kalau dalam LCS hanya ada darah yang berasal dari trauma pungsi didapat 20.000 eritrosit/ul maka jumlah lekosit tidak lebih dari 30-40 per ul. Kecuali jika dalam darah pasien itu ada leukositosis tegas, maka menemukan lebih dari 45 leukosit/ul menunjukkan ada pleiositosis yang sudah ada sebelum pungsi. Selain itu perdarahan oleh trauma pungsi menambah sekitar 1 mg protein/dl untuk setiap 1000 eritrosit/ul.





ANALISA LABORATORIUM JUMLAH LEKOSIT


1. Metode : bilik hitung Improved Neubauer


2. Prinsip : LCS diencerkan dalam perbandingan tertentu dan lekosit dihitung dalam volume tertentu.


3. Alat yang dipakai :


a. Pipet lekosit


b. Bilik hitung Improved Neubauer


c. Tabung reaksi kecil


d. Mikroskop


4. Reagen yang dipakai : larutan Turk


5. Tata cara pemeriksaan


a. Kocoklah dengan perlahan-lahan LCS yang akan diperiksa.


b. Isaplah larutan Turk dengan pipet lekosit sampai tanda 1 (satu).


c. Kemudian LCS dihisap sampai tanda 11 (sebelas) dan seterusnya dikocok.


d. Letakkan kaca penutup di atas bilik hitung.


e. Larutan LCS yang ada dalam pipet lekosit dibuang antara 2-3 tetes, kemudian diteteskan pada bilik hitng hingga bidang-bidang pada bilik hitung terisi. Diamkan lebih kurang 5 menit dalam posisi datar.


f. Kemudian diperiksa dalam mikroskop cahaya dengan pembesaran lensa obyektif 10 kali.


g. Hitung semua lekosit yang terdapat pada 9 (sembilan) bidang besar.





PEMERIKSAAN KIMIA


Analisa kimia LCS dapat banyak membantu dalam diagnosis atau menilai prognosis terhadap penderita. Pemeriksaan rutin yang sering dilakukan adalah penetapan protein secara kualitatif, kadar protein, dan kadar glukosa.





ANALISA LABORATORIUM PROTEIN KUALITATIF


Dalam keadaan normal, cairan otak hanya mengandung sedikit sekali protein, karena sawar darah-otak tidak dapat ditembus oleh protein-protein plasma yang besar molekulnya. Konsentrasi normal kurang dari 1% dari kadar protein dalam serum yang nilainya 5-8 g/dl. Perbandingan antara albumin dan globulin lebih besar dalam LCS daripada dalam plasma karena molekul albumin lebih kecil sehingga lebih mudah melalui sawar endotel.


Ada bermacam-macam sebab konsentrasi protein meningkat. Satu di antaranya adalah permeabilitas sawar darah-otak yang menigkat oleh radang. Pada meningitis yang berat, semua jenis protein dapat menembus ke dalam LCS, termasuk juga fibrinogen yang molekulnya besar sekali. Pada meningitis purulenta, protein dalam LCS lebih meningkat lagi oleh karena bakteri dan sel-sel, baik yang utuh maupun yang rusak menambah protein ke dalam LCS.





A. TEST PANDY


1. Prinsip : reagen pandy memberikan reaksi terhadap protein (albumin dan globulin) dalam bentuk kekeruhan. Pada keadaan normal tidak terjadi kekeruhan atau kekeruhan yang ringan seperti kabut.


2. Alat dan reagen yang dipakai


a.Tabung serologi (garis tengah 7 mm)


b. Kertas putih


c. Reagen Pandy (larutan phenol jenuh dalam air)


3. Tata cara pemeriksaan


a. Ke dalam tabung serologi dimasukkan 1 ml reagen Pandy


b. Tambahkan 1 tetes LCS


c. Kemudian dilihat segera ada tidaknya kekeruhan.





4. Tata cara pembacaan hasil


a. Negatif : tidak ada kekeruhan


b. Positif : terlihat kekeruhan yang jelas


+1 : opalescent (kekeruhan ringan seperti kabut)


+2 : keruh


+3 : sangat keruh


+4 : Kekeruhan seperti susu





TEST NONNE APELT


1. Prinsip : reagen Nonne memberikan reaksi terhadap protein globulindalam bentuk kekeruhan yang berupa cincin. Ketebalan cincin yang terbentuk berhubungan dengan kadar globulin, makin tinggi kadarnya maka cincin yang terbentuk makin tebal. Pada keadaan normal, tidak terjadi kekeruhan.


2. Alat dan reagen yang dipakai


a.Tabung serologi (garis tengah 7 mm)


b.Reagen Nonne (larutan ammonium sulfat jenuh dalam air)


3. Tata cara pemeriksaan


a.Ke dalam tabung serologi dimasukkan 1 ml reagen Nonne


b. Tambahkan 1 ml LCS dengan cara pelan-pelan sehingga terbentuk 2 lapisan, di mana lapisan atas adalah LCS. Diamkan selama 3 menit.


c. Kemudian dilihat pada perbatasan kedua lapisan dengan latar belakang gelap.


4. Tata cara pembacaan hasil


a. Negatif : tidak terbentuk cincin antara kedua lapisan


b. +1 : cincin yang terbentuk menghilang setelah dikocok (tidak ada bekasnya).


c. +2 : setelah dikocok terjadi opalesensi


d. +3 : mengawan setelah dikocok














GLUKOSA


Menyusutnya kadar glukosa dalam LCS paling mengesankan pada meningitis purulenta di mana kominasi metabolisme leukosit dan bakteri dapat menurunkan kadar glukosa menjadi nol. Metabolisme glukosa adalah satu proses aktif yang tetap masih dapat berlanjut setelah sampel diaspirasi; karena it penetapan glukosa harus segera dilakukan apabila ada persangkaan bahwa LCS berisi granulosit dan bakteri. Karena semua macam mikroorganisme menggunakan glukosa, maka penurunan kadar glukosa dapat disebabkan oleh fungi, protozoa, bakteri tuberculosis, dan bakteri piogen. Meningitis oleh virus hanya sedikit merendahkan kadar glukosa dalam LCS.





ASAM LAKTAT


Konsenttrasi asam laktat mencerminkan aktifitas glikolisis setempat dan karena itu penetapan kadarnya dapat menambah informasi apabila hasil pemeriksaan lainnya meragukan. Kadar asam laktat lebih dari 35 mg/dl jarang terjadi kecuali pada meningitis oleh bakteri atau fungi.